Bisnis Bubble Tea untuk Raup Keuntungan Besar dengan Modal Ringan

Posted on

Saat ini, usaha minuman boba tengah mengalami pertumbuhan pesat di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Minuman boba atau bubble tea mendadak menjadi tren yang populer, berkat variasi rasa dan tekstur uniknya. Tak heran jika prospek bisnis bubble tea terbilang sangat cerah.

Bisnis Bubble Tea, Mulai Raup Keuntungan bisa untuk Pemula
youtube.com

Ide Bisnis Bubble Tea untuk Raup Keuntungan Besar dengan Modal Ringan

Sebelum memutuskan untuk menggeluti bisnis minuman boba, Anda harus memiliki perencanaan dan strategi yang matang. Pastikan menciptakan hal baru, supaya usaha boba terlihat menarik dan berbeda dari kebanyakan bisnis serupa.

Supaya usaha bubble tea berkembang dengan pesat, kamu harus pintar-pintar dalam mengelola dan mengambil langkah. Berikut ini adalah beberapa ide kreatif dalam menjalankan bisnis minuman boba agar mampu meraup keuntungan maksimal.

1. Bahan Baku Boba

Bahan baku pembuatan boba terbuat dari tepung tapioka. Kamu bisa mencoba berinovasi membuat boba dengan menggunakan ubi merah atau ubi ungu. Boba dengan bahan dasar ubi bisa menambah koleksi varian menu.

Di samping itu, penggunaan bahan baku ini juga dapat membuat usahamu unik dan berbeda dari para kompetitor. Bahkan, ubi mampu memberikan berbagai manfaat untuk tubuh. Seperti memberikan supply vitamin C, A, kalsium, karbohidrat, hingga kalium.

2. Varian Rasa

Kamu bisa mencoba bereksperimen dan mengembangkan rasa baru berdasarkan varian yang terlaris. Dalam bisnis bubble tea, tantangan terbesarnya adalah menyesuaikan kembali rasa minuman tersebut dengan lidah para konsumen. Supaya semakin pas, buatlah lebih dulu minuman boba baru dengan jumlah terbatas.

Kemudian, minta beberapa orang terdekat mencobanya untuk memastikan rasa tersebut sudah meyakinkan atau belum. Jika banyak yang suka, Anda bisa mencoba menawarkannya kepada para konsumen.

3. Menu Pelengkap

Tidak hanya berjualan produk minuman boba saja, kamu bisa menambahkan jenis minuman lainnya sebagai menu pelengkap. Hal ini bertujuan supaya bisnis bubble tea juga bisa mengakomodir kebutuhan konsumen yang mungkin tidak begitu menyukai minuman boba.

Selain itu, pertimbangkan untuk menyediakan varian topping agar cita rasa minuman boba lebih ramai. Misalnya dengan menyediakan topping oreo, meses, coklat milo, kacang-kacangan, hingga buah-buahan. Minuman boba yang unik akan disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

4. Kemasan Minuman

Kemasan menarik bisa menambah nilai di mata pelanggan. Karena itu, sangat penting untuk Anda pertimbangkan. Kebanyakan bisnis bubble tea menggunakan gelas plastik sebagai kemasan. Anda bisa berkreasi dengan memberikan gambar atau quotes unik di kemasan gelas plastik tersebut.

Sediakan juga paper bag atau paper cup tray untuk memastikan kenyamanan pembeli saat membawa gelas minuman boba. Berikan desain menarik di barang-barang tersebut. meski terlihat sepele, hal-hal kecil ini cukup ampuh menarik minat pelanggan.

5. Persiapkan dengan Matang Bisnis Minuman Boba

Selain menghadirkan inovasi pada bisnis boba kamu, kamu juga perlu memikirkan hal lain saat berbisnis boba. Misalnya seperti mempersiapkan peralatan, konsep bisnis, aktivitas promosi dan penasaran, hingga pemilihan lokasi. Persiapan matang bisa memberikan peluang mendapatkan cuan yang banyak.

Usaha Boba Resep Rumahan vs Beli Franchise, Mana yang Lebih Profit?

Pada dasarnya, ada banyak cara dalam memulai bisnis bubble tea. Cara pertama yaitu dengan menggeluti usaha boba rumahan seperti langkah-langkah di atas. Di samping itu, ada juga cara praktis dengan membeli franchise atau bergabung waralaba. Pertanyaannya, manakah dari kedua pilihan tersebut yang memberikan profit lebih besar?

Keuntungan antara usaha boba rumahan dan membeli franchise dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor. Misalnya lokasi, manajemen, dan strategi pemasaran yang Anda lakukan. Usaha boba rumahan mungkin memerlukan lebih banyak upaya dalam membangun merek dan menarik pelanggan.

Namun, biaya awalnya cenderung lebih rendah. Mengingat skala operasional dari usaha boba rumahan terbilang kecil. Selain itu, usaha rumahan memungkinkan Anda memiliki kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas maupun menghadirkan varian menu.

Di sisi lain, membeli franchise memberikan keuntungan terhadap dukungan merek yang sudah mapan. Bahkan sistem operasionalnya seringkali telah teruji. Franchisor biasanya turut menyediakan pelatihan intensif yang dapat membantu dalam menjalankan operasional harian maupun manajemen bisnis.

Keterlibatan dalam jaringan franchise dapat memberikan keuntungan ekonomi bersama melalui promosi dan dukungan kolektif. Kendati demikian, biaya awal untuk bergabung memang lebih tinggi. Keleluasaan inovasi produk juga terbilang terbatas karena harus menyesuaikan pusat.

Secara keseluruhan, keputusan antara memulai bisnis bubble tea rumahan atau membeli franchise bergantung pada sejumlah faktor. Seperti tujuan, modal, dan kenyamanan Anda dalam mengelola bisnis. Apabila menyukai usaha mandiri sebaiknya menggeluti bisnis rumahan. Namun jika mencari yang lebih simple ada baiknya membeli franchise. Semoga bermanfaat!